Namanya Chintya, umurnya belum genap 9 tahun. Dia anak tetangga yang gendut, lucu dan menggemaskan. Semua orang menyayanginya, bahkan Ayah dan Mama saya pun yang bukan siapa2nya sangat menyayanginya. Trus kenapa namanya Agusti Chintya? Simple, karna dia lahir di bulan Agustus. Waktu kecil, dia terlihat cerdas. Terlihat dari lincah geraknya, cara berbicaranya yang bisa dengan sigap menjawab pertanyaan2 orang lain, dan biasanya jawabannya tak terduga.
Waktu dia berumur dua tahunpun dia sudah berbicara dengan lancar dan fasih seperti orang yang membacakan UUD 45 di sekolahan. Dia sangaatt lucu, gendut, dan membuat orang-orang disekelilingnya menyayanginya, termasuk saya yang memang suka sama anak kecil ini. Entah kenapa, mungkin karna saya dilahirkan sebagai anak bungsu dengan 3 orang kakak. Jam 5 Subuh, chintya udah bangun *saya akui saya masih tertidur lelap*, menggedor rolling door rumah saya dan memanggil nama ayah saya, dan itu sangat berisik. Dan dia adalah acara ampuh sang Ayah membangunkan saya, cukup dengan mengantarkan chintya ke kamar, dan dengan jurus teriakannya, saya terbangun *meskipun akhirnya tidur lagi*.
Sekarang chyntia sudah besar. Kelas 2 SD. Dan dengan bangganya dia menelpon saya. Spontan saya tanya “chintya dapet ranking berapa, dek?”, dengan bangganya dia menjawab “22″ *tepok jidat*.Hmm, saya pun sering mendapatkan pengakuan dari sang ibu, bahwa beliau cukup dibuat pusing dengan ulah anak ke-5 nya itu. Males berangkat sekolah, pasti adaaa aja alasannya. Kadang pura2 sakit, kadang nangis2 gak jelas.Tapi, coba tanya masalah fashion padanya, beuhh….dia paling semangat. Dia paling aktif kalo disuruh pentas ini itu disekolahan. Ikut Marching band, dan merelakan rambutnya di warnai *sekarang malah gak mau tuh rambut diitemin lagi*. Dan yang paling bikin ibunya kewalahan adalah “Chintya cuma mau jadi mayoret, gak kalo cuma jadi dutapati”. Dengan alasan itu, ibunya harus menghadap kepala sekolah, karna dia mendadak tidak mau berangkat sekolah dengan alasan tersebut. Jangan pernah mencoba-coba untuk mengajarkannya berpose di depan kamera, karna dia lebih ahli dalam hal ini. Bahkan, dia bisa menjadi pengarah gaya yang baik untuk orang lain.nih buktinya
*photo ini diambil beberapa tahun lalu saat chintya masih TK*
Hmm….kangen “titia” *that’s the way she called herself*
